Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 27 September 2011

Upgrade Software BlackBerry


Hal yang perlu disiapkan :
  1. BlackBerry Desktop Manager. Download di http://na.blackberry.com/eng/services/desktop
  2. Download Software Handheld yang tepat. Bagi anda pengguna BlackBerry Indonesia bisa mendownloadnya via situs http://na.blackberry.com/eng/support/downloads/download sites.jsp. Pilih operator asal ponsel BlackBerry anda. Dihalaman ini kita bisa menemukan Axis, Indosat, Telkomsel dan XL.
Khusus untuk XL, anda akan menemukan dua link, yakni XL Vodafone dan XL non Vodafone. Pilih yang sesuai dengan ponsel anda. Lalu pilih juga jenis ponsel BlackBerry anda yang muncul di menu backdrop. Lalu ikuti proses selanjutnya.
Proses Upgrade :
  1. Install software handheld yang baru ke PC. Setelah selesai cari foldernya (C:\Program Files\Common Files\Research In Motion\AppLoader), lalu hapus file vendor.xml.
  2. Buka BlackBerry Desktop Manager. Hubungkan BlackBerry anda. Jika muncul notifikasi Aplication Update, pilih cancel. Lakukan Backup data terlebih dahulu. Pilih Backup dan Restore, lalu klik Backup.
  3. Proses backup hanya akan berlaku pada beberapa departemen saja. Semisal kontak, settinga profil, tata letak menu dan sebagainya. Untuk itu, jika diperlukan lakukan juga backup aplikasi pihak ketiga.
  4. Pilih Aplikasi Loader dari menu utama Desktop Manager. Beri tanda centang pada aplikasi-aplikasi penting dan kosongkan aplikasi yang tidak diperlukan. Atau biarkanlah seperti kondisi awal.
  5. Pilihlah “ Do not automatically backup and restore the device application data during the loading process: . lalu klik Next. Jika sudah yakin, klik Finish. Proses upgrade akan segera berlangsung. Biasanya membutuhkan waktu antara 30 menit sampai 1 jam lebih. Jangan diulangi, jangan mencabut kabel atau mematikan PC karena ditakutkan akan mengganggu system.
  6. Setelah proses selesai pponsel akan melakukan reboot sendiri, Kemudian untuk selanjutnya lakukan restore data. Dari menu utam Desktop Manager, pilih Backup and Restore. Kemudian pilih restore, cari file backup yang anda simpan tadi lalu klik Next dan prose upgrade selesai.

Manfaat makanan kesukaanku :D

Manfaat Tauge

Tauge mengandung nilai gizi tinggi, murah, dan mudah didapat. Makanan yang terbentuk melalui proses berkecambah kacang-kacangan ini ternyata bisa mencegah berbagai macam penyakit dan meningkatkan kesuburan.

Kacang-kacangan sebagai bahan pangan sumber energi dan protein sudah lama dimanfaatkan oleh penduduk Asia, Afrika, Amerika Latin, dan negara lainnya. Kacang-kacangan termasuk dalam kelas Leguminosae, yaitu merupakan tanaman dikotiledon (memiliki dua keping biji) yang kaya akan zat gizi sebagai cadangan makanan bagi embrio selama germinasi (proses berkecambah).

Sayangnya, banyak orang masih menganggap bahwa kacang-kacangan adalah "daging" bagi kaum miskin. Padahal, sesungguhnya kacang-kacangan adalah sumber protein yang sangat berharga.

Protein kacang-kacangan umumnya kaya akan lisin, leusin, dan isoleusin, tapi terbatas dalam hal kandungan metionin dan sistin. Hal ini menyebabkan kacang-kacangan sering dikombinasikan dengan serealia. Sebab, serealia kaya akan metionin dan sistin, tapi miskin lisin.

Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak, vitamin, mineral, dan serat pangan (dietary fiber). Kadar serat dalam kacang-kacangan mempunyai peran yang sangat penting akhir-akhir ini, yaitu untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif.

Selain senyawa-senyawa yang berguna, ternyata kacang-kacangan juga mengandung antigizi. Beberapa senyawa antigizi terpenting yang terdapat dalam kacang-kacangan adalah antitripsin, hemaglutinin atau lektin, oligosakarida, dan asam fitat. Salah satu upaya untuk menginaktifkan zat-zat antigizi tersebut adalah dengan membuat kacang-kacangan berkecambah menjadi tauge.


Membuatnya Mudah
Berkecambah merupakan suatu proses keluarnya bakal tanaman (tunas) dari lembaga. Proses itu disertai dengan terjadinya mobilisasi cadangan makanan dari jaringan penyimpanan atau keping biji ke bagian vegetatif (sumbu pertumbuhan embrio atau lembaga).
Biji kacang hijau, kacang tunggak, atau kedelai yang dikecambahkan umumnya disebut sebagai tauge. Selama proses berkecambah, bahan makanan cadangan diubah menjadi bentuk yang dapat digunakan, baik untuk tumbuhan maupun manusia.

Proses berkecambah (germinasi) dipengaruhi oleh kondisi dan tempat. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh adalah air, gas, suhu, dan cahaya. Temperatur optimum untuk proses berkecambah adalah 34oC.

Cara pembuatan kecambah atau tauge yang digunakan sebagai sayur adalah sebagai berikut:
Kacang-kacangan direndam dalam air selama satu malam. Kemudian ditebarkan di tempat yang mempunyai lubang-lubang dan diberi daun, kain, atau kertas merang sebagai substrat untuk menjaga kelembaban agar kacang-kacangan tidak busuk.
Setiap hari disiram dengan air sebanyak 4-5 kali. Setelah satu hari germinasi akan dihasilkan kecambah dengan panjang sekitar satu cm. Setelah dua hari akan mencapai empat cm, dan 3-5 hari 5-7 cm.
Mudah Dicerna

Kandungan zat gizi pada biji sebelum dikecambahkan berada dalam bentuk tidak aktif (terikat). Setelah perkecambahan, bentuk tersebut diaktifkan, sehingga meningkatkan daya cerna bagi manusia. Peningkatan zat-zat gizi pada tauge mulai tampak sekitar 24-48 jam saat perkecambahan.

Germinasi meningkatkan daya cerna karena berkecambah merupakan proses katabolis yang menyediakan zat gizi penting untuk pertumbuhan tanaman melalui reaksi hidrolisis dari zat gizi cadangan yang terdapat di dalam biji. Melalui germinasi, nilai daya cerna kacang-kacangan akan meningkat, sehingga waktu pemasakan atau pengolahan pun menjadi lebih singkat.

Pada saat berkecambah terjadi hidrolisis karbohidrat, protein dan lemak menjadi senyawa yang lebih sederhana, sehingga mudah dicerna. Selama proses itu pula terjadi peningkatan jumlah protein dan vitamin, sedangkan kadar lemaknya mengalami penurunan.

Karbohidrat sebagai bahan persediaan makanan dirombak oleh enzim alfa-amilase dan beta-amilase yang bekerja saling mengisi. Alfa-amilase memecah pati menjadi dekstrin, sedangkan beta-amilase memecah dekstrin menjadi maltosa. Pada akhirnya, maltosa akan diubah menjadi glukosa dan fruktosa.

Selama proses berkecambah, kandungan glukosa dan fruktosa meningkat sepuluh kali lipat. Kadar sukrosa meningkat dua kali lipat, tapi galaktosa menghilang. Adanya gkukosa dan fruktosa menyebabkan tauge terasa enak dan manis.

Pemanfaatan Tauge
Tauge dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah maupun dimasak.
Tujuan pemasakan adalah agar zat gizi yang ada pada tauge secara maksimum dapat tersedia dalam bentuk yang lebih sesuai selera; memperbaiki warna, tekstur, cita rasa, dan daya cerna; membunuh mikroorganisme patogen; serta menghilangkan zat-zat berbahaya bagi kesehatan yang mungkin terdapat pada tauge mentah.

Pemasakannya dapat berupa perebusan, pengukusan, atau penumisan. Tauge dapat juga ditumis bersama-sama dengan ikan teri atau tahu, merupakan hidangan lezat sumber vitamin, mineral, dan protein.

Di Indonesia, tauge merupakan komponen penting dari masakan rawon dan soto. Banyak warga asing menganggap soup Indonesia yang paling enak adalah soto. Di Indonesia dikenal berbagai jenis soto, antara lain soto Banten, Jakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kudus, Sulung (Surabaya), Bandung, dan kimlo. Yang digunakan dalam soto umumnya tauge kacang hijau maupun tauge kedelai.

Penggunaan tauge yang cukup banyak juga dijumpai pada pembuatan aneka jajanan, seperti pastel, risoles, tahu isi, bala-bala, dan lumpia. Dapat dibayangkan, betapa kecewanya kalau kita makan lumpia tanpa tauge di dalamnya. Tauge juga digunakan sebagai komponen dari gado-gado dan nasi pecel.

Di Bogor, ada makanan khas yang juga menggunakan tauge di dalamnya, yaitu laksa dan tauge goreng. Walaupun namanya tauge goreng, dalam praktiknya tauge hanya direbus sebentar hingga layu bersama-sama dengan mi, kemudian ditiriskan dan diberi bumbu tauco.

Mengingat potensi gizi tauge yang cukup besar tapi daya tahan simpannya sangat rendah, diperlukan upaya penyelamatan untuk memperbesar daya gunanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pembuatan tepung kecambah.

Pembuatan tepung kecambah kedelai dapat dilakukan dengan cara mengeringkannya pada suhu 75 derajat C, sampai diperoleh derajat yang tepat. Kecambah kering kemudian dilepas kulitnya, disangrai, digiling, dan diayak menjadi tepung.

Penambahan 10 persen tepung kecambah untuk menggantikan tepung terigu dapat menghasilkan roti yang bernilai gizi lebih baik, dengan warna, bau, dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen. Selain pada roti, tepung tauge juga dapat ditambahkan pada berbagai jenis jajanan lain.

Meningkatkan Kesuburan, Mencegah Hipertensi
Berdasarkan berat kering, protein tauge kacang hijau meningkat menjadi 119 persen dibandingkan dengan kandungan awal pada biji.
Hal ini disebabkan terjadinya sintesa protein selama germinasi. Tauge kedelai mengandung lebih banyak energi, protein, dan lemak daripada tauge kacang hijau.

Selama proses berkecambah, terjadi hidrolisis protein yang menyebabkan kenaikan kadar asam amino di dalam kecambah.

Terlihat dengan jelas bahwa tauge merupakan sumber asam amino esensial yang sangat potensial serta dengan komposisi yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai.

Dibandingkan dengan tauge kacang hijau dan kacang tunggak, tauge kacang kedelai memiliki keunggulan dalam hal energi, protein, lemak, dan vitamin A. Namun, ditinjau dari kandungan kalsium dan fosfor, tauge kacang tunggak lebih unggul. Ketiga jenis tauge tersebut merupakan sumber vitamin C yang cukup bagus, masing-masing mengandung 15 mg per 100 gramnya.

Hingga saat ini tauge dipercaya sebagai bahan pangan untuk meningkatkan kesuburan (antimandul). Kepercayaan tersebut timbul kemungkinan terkait dengan kenyataan bahwa tauge adalah sumber vitamin E (alfa-tokoferol) yang cukup potensial.

Vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel dari serangan radikal bebas. Dengan mengonsumsi tauge, ada kemungkinan vitamin E-nya akan melindungi sel-sel telur atau spermatozoa dari berbagai kerusakan akibat serangan radikal bebas.

Serangan radikal bebas pada spermatozoa kemungkinan dapat menyebabkan sel tersebut cacat. Misalnya terjadi abnormalitas pada bagian ekor atau kepala, sehingga mempengaruhi mobilitasnya (daya gerak) dalam mencapai dan membuahi sel telur. Akibatnya, sulit terjadi proses kehamilan. Sebaliknya, serangan radikal bebas pada sel telur wanita juga akan berdampak buruk, sehingga proses pembuahan tidak dapat berlangsung dengan baik.

Penelitian yang dilakukan penulis dan kawan-kawan juga menunjukkan bahwa kecambah kedelai mempunyai khasiat menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Kemampuan tersebut terkait dengan adanya beberapa peptida di dalam tauge yang memiliki sifat sebagai penghambat kerja angiotensin I converting enzyme (ACE).

Adanya ACE inhibitor (penghambat ACE) menyebabkan pengubahan angiotensin I menjadi angiotensin II berlangsung terhambat. Rendahnya konsentrasi angiotensin II inilah yang berkontribusi terhadap pencegahan timbulnya hipertensi. Karena itu, penderita hipertensi atau yang ingin menghindari penyakit tersebut sebaiknya banyak mengonsumsi tauge kedelai.

Menghilangkan Penyebab Kembung Perut
Kembung perut dapat terjadi akibat kita terlalu banyak mengonsumsi kacang-kacangan yang mengandung oligosakarida.

Konsumsi oligosakarida yang berlebih dapat menyebabkan timbulnya gejala flatulensi, yaitu suatu keadaan menumpuknya gas dalam lambung.

Oligosakarida terdiri dari komponen-komponen verbaskosa, stakiosa, dan rafinosa. Oligosakarida dari famili rafinosa tidak dapat dicerna karena mukosa usus mamalia tidak mempunyai enzim pencernanya, yaitu alfa-galaktosidase, sehingga tidak dapat diserap oleh tubuh.

Bakteri-bakteri yang terdapat dalam saluran pencernaan (terutama pada bagian usus halus) akan memfermentasi rafinosa menghasilkan berbagai macam gas, seperti karbondioksida, hidrogen, dan sejumlah kecil metan. Gas-gas tersebutlah yang menyebabkan flatulensi.

Meskipun tidak bersifat toksik, flatulensi dapat berakibat serius. Peningkatan tekanan gas dalam rektum dapat menyebabkan tanda-tanda patologis, seperti sakit kepala, pusing, penurunan daya konsentrasi, atau sedikit perubahan mental dan odema. Flatulensi juga dapat berakibat pada timbulnya dipepsi dan konstipasi usus serta diare.

Beberapa tindakan seperti perendaman kacang-kacangan dalam air, proses berkecambah, serta fermentasi menjadi berbagai produk olahan, dapat mencegah timbulnya flatulensi yang disebabkan oleh oligosakarida. Melalui perkecambahan, kandungan oligosakarida penyebab flatulen, yaitu rafinosa dan stakhiosa, dapat dikurangi. Dengan demikian, mengonsumsi tauge tidak akan menyebabkan gejala perut kembung.

Melipatgandakan Kadar Vitamin B dan E
Pada umur tertentu dari pertumbuhan kecambah terjadi peningkatan kemampuan untuk mensintesis vitamin.

Pada tumbuhan, vitamin berpartisipasi dalam reaksi-reaksi enzimatik yang sama pada hewan dan manusia. Karena itu, hewan dan manusia tergantung pada tumbuhan sebagai pensuplai vitamin.

Tauge mempunyai vitamin lebih banyak dibandingkan dengan bentuk bijinya. Selama berkecambah, kadar vitamin B meningkat 2,5 sampai 3 kali lipat. Demikian juga dengan vitamin E, mengalami peningkatan dari 24-230 mg per 100 gram biji kering menjadi 117-662 mg per 100 gram kecambah. Vitamin C yang tidak terdapat dalam biji kedelai, mulai terbentuk pada hari pertama berkecambah hingga mencapai 12 mg per 100 gram setelah 48 jam.

Kacang tanah dan kedelai masing-masing mengandung asam folat sebanyak 2,8 dan 2,3 mikrogram per gram. Kacang kedelai dan kacang tanah akan mengalami peningkatan asam folat hingga 72 jam waktu berkecambah, tapi setelah itu menurun.

Kacang hijau akan mengalami peningkatan asam folat sampai umur perkecambahan 36 jam, kemudian menurun. Fungsi asam folat adalah untuk mencegah anemia, diare, serta luka pada lambung dan usus.

Peningkatan vitamin B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), piridoksin, biotin juga terjadi selama proses berkecambah. Proses berkecambah juga meningkatkan kandungan vitamin E (tokoferol) secara nyata.

Vitamin E memiliki fungsi antara lain untuk meningkatkan fertilitas (kesuburan). Itulah sebabnya pasangan yang ingin segera memiliki keturunan sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kecambah.

Defisiensi vitamin E pada tikus percobaan menunjukkan terjadinya gangguan pada reproduksi, seperti keguguran pada betina hamil dan pembengkakan gonad pada tikus jantan. Fungsi lain dari vitamin E adalah sebagai antioksidan yang sangat penting bagi tubuh, antara lain untuk menghambat proses penuaan. @

Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS. Dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB

Ceprotan ( Upacara Adat ) di Pacitan

pacara adat Ceprotan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Pacitan khususnya masyarakat Desa Sekar Kecamatan Donorojo selalu dilaksanakan tiap tahun pada bulan Dzulqaidah (Longkang), Hari Senin Kliwon. Acara ini dimaksudkan untuk mengenang pendahulu Desa Sekar yaitu Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun melalui kegiatan bersih desa. Upacara ini diyakini dapat menjauhkan desa tersebut dari bala dan memperlancar kegiatan pertanian yang merupakan mata pencaharian utama bagi kebanyakan penduduknya. Lokasi upacara Ceprotan yaitu di Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Kota Pacitan, dan jaraknya kurang lebih 40 km ke arah barat dari pusat kota.






Kronologis

Upacara adat ini dimulai dengan pengarakkan kelapa muda yang digunakan sebagai alat "ceprotan" menuju tempat dilaksanakannya upacara yang biasanya berupa tanah lapang. Kelapa-kelapa ini ditempatkan pada keranjang bambu dengan anyaman yang jarang-jarang dan dibawa oleh pemuda setempat.

Sebelum acara dimulai, tetua adat membacakan doa-doa. Upacara dilanjutkan dengan ditampilkannya sendratari yang menceritakan antara pertemuan antara Ki Godeg dengan Dewi Sekartaji. Kemudian pemuda-pemuda ini dibagi menjadi dua kubu yang ditempatkan secara berseberangan. Keranjang berisi kelapa muda yang telah dikuliti dan direndam selama beberapa hari agar tempurungnya melunak, diletakkan di depan masing-masing anggota kubu yang telah berjajar dengan posisi menghadap ke arah kubu lawan. Antar kedua kubu ini diberi jarak beberapa meter sehingga mereka tidak berhadapan secara langsung dan di antara mereka diletakkan sebuah ingkung atau ayam utuh yang dipanggang.

Setelah semuanya siap, anggota dari kedua kubu mulai saling melempar kelapa muda yang berada di depan mereka. Setiap orang yang terkena lemparan hingga kelapa yang dilemparkan pada mereka pecah dan airnya membasahi tubuhnya dianggap sebagai orang yang kelak akan mendapatkan rezeki yang melimpah.

Ayam panggang yang diletakkan di tengah-tengah arena tidak diperebutkan melainkan disimpan untuk dimakan bersama-sama pada akhir acara. Setelah semua kelapa habis, kegiatan saling melempar kelapa yang dinamakan ceprotan ini diakhiri dengan pembacaan doa kembali.

Belakangan, dalam festival budaya yang digelar tiap tahun dalam rangka menyambut ulang tahun Kabupaten Pacitan, pada penutupan acara ceprotan ini juga dilakukan tarian-tarian singkat yang mengiringi kepergian pemuda-pemuda yang telah melakukan ceprotan.




Peralatan dan Makna Simbolik


Sendratari yang ditampilkan pada awal acara menceritakan tentang pertemuan antara Ki Godeg dengan Dewi Sekartaji. Menurut kepercayaan masyarakat Donorojo, Ki Godeng merupakan orang pertama yang membuka atau istilahnya "membabad" wilayah itu yang semula berupa hutan belantara. Ki Godeng merupakan nama lain dari Panji Asmorobangun, seseorang yang sakti mandraguna dari daerah Kediri. Karena keuletan dan keahlian dari Ki Godeg tersebut, wilayah yang semula berupa hutan belantara berhasil diubah menjadi lahan pertanian.

Suatu ketika, beliau bertemu dengan dua orang wanita yang sedang menempuh perjalanan. Kedua wanita tersebut sebenarnya adalah titisan dewi yaitu Dewi Sukonadi dan Dewi Sekartaji. Mereka beristirahat di wilayah yang telah dibabad Ki Godeng. Salah satu dari dewi tersebut yaitu Dewi Sekartaji merasa kehausan. Karena merasa kasihan, Ki Godeg menawarkan diri untuk mencarikan minuman bagi dewi tersebut.


Dewi Sekartaji kemudian meminta air kelapa muda untuk mengobati dahaganya. Sayangnya, di wilayah tersebut tidak terdapat pohon kelapa sama sekali. Namun demi mememenuhi permintaan dari Dewi Sekartaji, Ki Godeg melakukan matekaji atau menggunakan ilmunya untuk masuk ke dalam tanah guna mencari kelapa muda di tempat yang cukup jauh. Tempat dimana Ki Godeg masuk ke dalam tanah berubah menjadi sumber mata air, kemudian tempat beliau keluar dari tanah juga menjadi mata air yaitu di daerah Wirati, Kecamatan Kalak. Mata air tersebut dinamakan Kedung Timo. Setelah beliau menemukan pohon kelapa, Ki Godeg memanjat dan mengambil kelapa mudanya, lalu kembali lagi ke tempat semula dimana Dewi Sekartaji menunggu beliau. Tempat beliau keluar dari tanah saat kembali juga menjadi mata air. Dewi Sekartaji yang kehausan segera meminum air dari kelapa muda yang dibawakan oleh Ki Godeg.

Sisa dari air kelapa muda yang tidak habis diminum oleh Dewi Sekartaji ditumpahkannya di tempat dewi tersebut berdiri. Air kelapa yang menyentuh tanah seketika menjadi sumber air yang hingga sekarang dikenal sebagai Sumber Sekar. Dewi Sekartaji kemudian berpesan pada Ki Godeg, jika kelak tempat tersebut menjadi pemukiman agar dinamai Desa Sekar. Untuk pemuda yang ingin ngalap berkah untuk mencari sandang pangan, disuruhnya menggunakan cengkir yang dalam Bahasa Indonesia adalah kelapa muda. Hari terjadinya peristiwa tersebut adalah Senin Kliwon pada bulan Longkang atau Dzulqaidah.


Kelapa muda yang digunakan sebagai alat utama dalam upacara ini merupakan cengkir yang dimaksud oleh Dewi Sekartaji dalam legenda di atas. Makna simbolik dari cengkir ini terletak pada kepanjangan dari cengkir menurut orang Jawa yaitu ceng-cenge pikir. Jadi, merujuk dari pesan Dewi Sekartaji bahwa untuk pemuda yang ingin ngalap berkah untuk mencari sandang pangan, disuruhnya menggunakan cengkir atau ceng-cenge pikir artinya mengandalkan daya pikir atau otaknya.

Kemudian mengenai acara saling melempar kelapa muda, mengandung makna saling membantu dalam mencari rezeki dalam memenuhi kebutuhan hidupannya. Ayam bakar utuh (ingkung) yang berada di tengah arena upacara menyimbolkan rejeki yang harus di usahakan atau dicari oleh para pemuda

Nilai-nilai yang Terkandung dalam Upacara Adat Ceprotan

Selain nilai kebudayaan dan sejarah, upacara adat Ceprotan sekaligus legenda yang melatarbelakanginya sarat dengan nilai-nilai lain yang harus kita cermati dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pertama mengenai kegigihan Panji Asmorobangun atau yang dikenal sebagai Ki Godeg dalam usaha-usahanya membuka dan membangun suatu wilayah di Pacitan yang kini dikenal dengan nama Desa Sekar, Kabupaten Donorojo menjadi daerah pertanian. Daerah ini sebenarnya merupakan daerah yang tandus mengingat kandungan kapur dalam tanahnya yang cukup tinggi. Namun kini wilayah tersebut menjadi salah satu penghasil padi dan kelapa yang cukup diperhitungkan di Kabupaten Pacitan.

Kedua mengenai kebaikan hati beliau menolong orang yang kesusahan yaitu dalam legenda ini Dewi Sekartaji, serta pengorbanan yang dilakukannya. Kemudian mengenai pesan yang disampaikan oleh Dewi Sekartaji pada generasi muda yaitu untuk mengandalkan pikirannya dalam mencari penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup. Pesan ini sangat perlu kita terapkan dalam kehidupan kita saat ini. Sudah seharusnya generasi muda membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan agar dapat mencapai kesejahteraan bagi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Nilai lainnya yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah mengenai ingkung yang di sediakan di tengah arena. Ingkung ini memang seolah menjadi sentral dari Upacara Ceprotan karena melambangkan rezeki yang dicari. Namun ingkung tersebut tidak diperebutkan. Hal ini menunjukkan bahwa kita memang harus berusaha optimal dalam meraih apa yang kita inginkan tetapi jangan sampai melanggar hak dan kepentingan orang lain.

Doa pada awal dan penutupan upacara juga memiliki nilai tersendiri, bahwa kita harus memulai dan mengakhiri setiap usaha-usaha yang kita lakukan dengan doa. Dengan doa yang melambangkan pengharapan dan kepasrahan kita terhadap Sang Pencipta, kita harus meyakini jika usaha yang kita lakukan sedah maksimal, Tuhan akan membalasnya dengan hasil memuaskan.



E. Prospek Nilai dalam Kehidupan Nasional

Nilai-nilai dalam Upacara Adat Ceprotan tersebut tentu memiliki prospek dalam kehidupan nasional. Pertama adalah masalah keyakinan kita terhadap Tuhan. Kegiatan doa pada awal dan penutupan upacara yang melambangkan pengharapan dan kepasrahan kita terhadap Sang Pencipta, mengingatkan bahwa kita harus memulai dan mengakhiri setiap usaha-usaha yang kita lakukan dengan doa.

Disadari atau tidak, masyarakat Indonesia yang terkena imbas globalisasi dan meningkatnya tekanan hidup terutama di bidang ekonomi, kebanyakan menjadi semakin sekuler. Mereka bersusah payah mengejar tujuannya namun lupa berdoa untuk meminta bantuan, rahmat, serta restu dari Sang Penguasa Alam. Saat mereka mendapatkan apa yang dicita-citakan, mereka lupa bersyukur pada Kekuatan Tak Terlihat yang menuntun dan memudahkan jalan mereka dalam proses pencapaian tersebut. Sedangkan jika mereka gagal, orang-orang tersebut akan menggerutu pada Tuhan. Mereka mengalihkan kekecewaannya dan mencoba menutupi kegagalan yang sebenarnya bersumber dari diri mereka sendiri dengan menyalahkan Penciptanya.

Selanjutnya mengenai sikap gemar menolong yang rupanya saat ini ikut menghilang dalam diri bangsa Indonesia bersama hilangnya butir-butir Pancasila dari bagian resmi lima sila tersebut dan dihapuskannya pembelajaran mengenai butir-butir Pancasila dalam kurikulum resmi pelajar. Manusia-manusia yang menjadi komponen bangsa ini tampaknya lebih senang saling menuding atas kerusakan-kerusakan serta kesulitan di berbagai sektor yang dialami oleh negara. Jika sikap saling menolong ini saja sudah langka, apalagi pengorbanan yang dibutuhkan untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Saat ini hal tersebut seperti sebuah fairy tale atau impian belaka.

Kemudian intisari dari upacara tersebut yaitu mengenai cengkir atau ceng-cengan pikir. Bangsa ini membutuhkan otak-otak yang siap diperas untuk memikirkan banyak hal demi terwujudnya solusi konkret demi terciptanya Indonesia yang lebih baik. Generasi muda yang menjadi fokus utama, harus giat menuntun ilmu pengetahuan, bukan hanya untuk formalitas, gelar, ataupun merencanakan masa depannya sebagai keryawan melainkan lebih dari itu yaitu untuk mewujudkan lapangan-lapangan kerja, inovasi-inovasi dan kreativitas tingkat tinggi yang diperlukan untuk mengangkat kesejahteraan, harkat, serta martabat bangsa ini.

Lalu mengenai ingkung yang telah disinggung beberapa kali. Detail kecil ini juga menyumbangkan nilai yang berprospek dalam kehidupan nasional. Kita diingatkan agar dalam usaha-usaha pencapaian tujuan, kita tidak boleh saling sikut. Fenomena negatif ini telah mewarnai berbagai aspek kehidupan sehari-hari di Indonesia. Mulai dari bidang politik, sosial, ekonomi, bahkan agama.

Secara utuh, upacara ini mengajak generasi penerus bangsa ini untuk menengok ke belakang, melihat dan meneladani apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita dan menerapkannya dalam kehidupan masa kini. Dimulai dari perilaku pribadi hingga sikap berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mantu Kucing ( Upacara Adat )

Berbeda dengan kampung lain yang mayoritas penduduknya beragama islam, jika sedang musim kemarau panjang yang selalu melaksanakan sholat Istisqo berjamaah di lapangan terbuka untuk meminta turun hujan, warga Dusun Curahjati, Kecamatan Puwoharjo, Banyuwangi punya tradisi unik tersendiri untuk meminta turun hujan yaitu dengan menggelar ritual adat mengawinkan kucing atau dalam bahasa Banyuwangi disebut dengan Mantu Kucing. Upacara tradisi mengawinkan kucing ini selalu di gelar rutin tiap tahun dan biasanya dilaksanakan pada hari Jumat di bulan November di mana curah hujan benar-benar tak lagi turun. Upacara ini di pusatkan di sumber mata air Mbah Umbulsari yang berada tepat di tepi hutan yang menjadi pembatas antara hutan milik perhutani dan persawahan warga desa Curahjati.

Ritual ini dimulai sekitar pukul 09.00 siang, di mana pertama-tama warga yang akan mengikuti ritual ini berkumpul di rumah orang yang dituakan di kampung tersebut untuk kemudian berjalan bersama sejauh kurang lebih 1 kilometer menuju sumber mata air Mbah Umbulsari sambil menggendong sepasang kucing jantan dan betina yang nantinya akan dikawinkan. Di belakang rombongan berjalan pula serombongan pemain jaran kepang lengkap dengan gamelannya yang pada nantinya akan dipakai sebagai hiburan dalam perkawinan sepasang kucing tadi.

Ritual mantu kucing sendiri dilaksanakan tepat di bawah pohon apak yang terdapat di sumber mata air tersebut. Pertama-tama sang sesepuh kampung bersemadi di bawah pohon tersebut untuk meminta izin menggelar ritual mantu kucing sekaligus meminta berkah atas ritual ini berupa turunnya hujan kepada yang diyakini sebagai yang mbaureksa (pemilik / penunggu) mata air Umbulsari. Kemudian setelah selesai bersemadi sang sesepuh kampung pun mengambil sepasang kucing tersebut untuk kemudian diusap kepalanya menggunakan air dari mata air Umbulsari sebagai symbol bahwa sepasang kucing itu resmi dikawinkan. Lalu setelah diusap kepalanya sepasang kucing itu pun dilepas ke air sendang. Bersamaan dengan itu, beberapa warga berebut mengambil air sendang. Mereka percaya air tersebut bisa mendatangkan berkah.

Setelah ritual mengawinkan kucing selesai barulah kemudian warga menggelar tahlilan disekitar sendang mbah Umbulsari tersebut dan ditutup dengan makan bersama nasi tumpeng yang telah disiapkan warga. Dengan usainya makan bersama ini maka berakhir pulalah ritual upacara mantu kucing ini.

Warga pun kemudian pulang kerumah masing-masing sambil berharap hujan akan segera turun dalam waktu dekat, dan sawah mereka pun bisa kembali di garap.

Lady Diana

Diana Frances Spencer lahir pada tanggal 1 Juli 1961 di Sandringham, Inggris. Putri Diana adalah sosok ikonik abad ke-20. Dia mempunyai kecantikan feminin dan glamour. Pada saat yang sama, ia dikagumi karena kegiatan amalnya, dan mendukung kampanye untuk melarang ranjau darat. Menikah dengan Pangeran Charles pada tahun 1981, ia menerima gelar "Yang Mulia Putri Diana dari Wales" Dia adalah Bunda Pangeran William dan Pangeran Harry 2 dan 3 dalam garis takhta.

Putri Diana lahir dari keluarga aristokrat. Ayahnya adalah Edward Spencer, Viscount Althorp. Edward Spencer adalah keturunan langsung dari Charles II .. Ibunya Frances Viscountess Althorp. Ibunya keturunan Amerika. Ketika Diana masih muda, orangtuanya bercerai dengan ayahnya memenangkan pertempuran pahit untuk hak asuh anak-anak. Diana dibesarkan di rumah keluarga Park House, sebelum pindah ke Althorp pada tahun 1975. Ketika dia bertemu dengan calon suaminya, Diana bekerja sebagai asisten paruh waktu di sebuah sekolah pembibitan di London

Pada tahun 1981, Diana menikah dengan Pangeran Charles. Diana 13 tahun lebih muda, pada usia yang hanya 20 tahun, Charles berumur 33 pada saat pernikahan. Masyarakat umum segera dihangatkan dengan kepolosan dan keindahan Putri Diana, dan pernikahan itu disaksikan oleh lebih dari 1 milyar orang di seluruh dunia. Selama perkawinan, mereka memiliki dua putra, Pangeran William dan Pangeran Harry. Namun, di pertengahan 1980-an, ketidakcocokan mulai muncul dalam pernikahan, dan di bawah publisitas banyak perkawinan bubar mengarah ke perceraian pada tahun 1992. Selama periode ini Diana dikatakan telah menderita berbagai masalah kesehatan seperti bulimia dan depresi.

Pada tahun 1987, Putri Diana adalah salah satu selebritis terkenal pertama yang difoto bersama korban AIDS. Pada Januari 1997, ia mengunjungi ladang tambang di Angola untuk memeriksa pembersihan ranjau darat. Setelah kematiannya, perjanjian Ottawa, ditandatangani melarang penggunaan ranjau darat.

Tak lama sebelum kematiannya, pada tanggal18 Juni, Putri Diana bertemu dengan Ibu Teresa. Keduanya saling mengagumi. Ibu Teresa selalu bilang "Diana adalah putri saya." Dengan kerendahan hati sepenuhnya Diana berkata "Saya seorang Ibu yang sangat, sangat kecil Teresa.
Princess Diana sangat aktif dalam kegiatan amal dan sosial.

Diana meninggal pada tanggal 31 Agustus 1997, dalam kecelakaan mobil yang melibatkan Dodi Al-Fayed. Dikatakan mereka sedang dikejar oleh paparazzi pada saat kecelakaan fatal. Meskipun, pemeriksaan mencatat bahwa sopir itu juga di bawah pengaruh obat-obatan dan minuman. Kontroversi masih menyelimuti kematiannya, dengan pemeksaan lebih lanjut masih berlangsung. Lebih dari 1 juta karangan bunga diletakkan di Istana Buckingham. pemakaman wanita itu disaksikan oleh jutaan orang yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia. tempat peristirahatan terakhirnya adalah adalah kota keluarganya di Althorp.